Keutamaan Ibadah Umroh

Pengertian Umroh,Keutamaan Ibadah Umroh, Rukun Umroh

Posted on

Umroh ( عمرة) menurut bahasa artinya suatu perbuatan yang dengan sengaja untuk mendatangi tempat yang selalu dikunjungi  , sedangkan menurut istilah atau syariah berarti mengunjungi kota mekah (kabah) untuk melakukan ibadah seperti thawaf dan sa’I dengan tata cara tertentu. Ada beberapa pendapat tentang hukum melaksanakan hukum umroh. Menurut imam abu hanifah dan imam malik rah.a umroh hukumnya sunah. Sedangkan menurut imam syafii dan imam ahmad rah.a hukumnya wajib. Sebab karena itu paling tidak seumur hidup seseorang harus melakukan umroh satu kali bagi yang mampu saja. Dan apabila seseorang mampu dan dapat melakukannya berulang kali hal tersebut di perbolehkan. Berbeda dengan ibadah haji yang boleh di lakukan hanya sekali. Karena menurut pendapat kedua imam tersebut hukumnya wajib. Dan menurut imam abu hanifa rah.a paling tidak umroh satu kali hukumnya sunnah muakkadah. Ini menurut pendapat yang mansyhur karena sebagian ulama hanafiah menghukuminya wajib dan sebagian yang lain menghukuminya fardu kifayah. Oleh karena itu orang yang sudah mampu atau sudah sampai disana hendaknya melakukan satu kali dalam seumur hidup.

Ayat quran mengenai ibadah umrah ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 158 dan ayat 196. Adapun ayat quran tentang umrah tersebut adalah sebagai berikut :

Ayat Quran Tentang Umrah Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 158

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, Maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. dan Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha mengetahui.

Ayat Quran Tentang Umrah Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 196 :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), Maka (sembelihlah) korban[120] yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu[121], sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

Sebab di dalam ibadah umroh terdapat kutamaan sebagaimana sabda rasullah: “Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya”  dan masih banyak lagi keutamaan di dalam ibadah umroh tersebut.

Di bawah ini saya akan memberikan keutamaan di dalam ibadah umroh.

Hadist nabi tentang keutamaan ibadah umroh

  1. Diriwayatkan dari amir bin abasah r.a, ia berkata rosullullah bersapda “amal yang sangat paling utama ada haji yang mabrur atau umroh yang mabrur. Sebagian ulama juga ada yang mengatakan haji yang mabrur adalah haji yang terdapat didalamnya tidak ada perbuatan maksiat. Oleh sebab itu kebanyakan ulama menerjemahkan dengan haji yang makbul. Maksudnya apa apabila ibadah haji dilakukan atau dikerjakan dengan menjaga adab dan syaratnya dan juga didalamnya tidak ada kesalahan yang dilakukan insya allah haji yang sudah dilakukan akan diterima.

Pengampunan Dosa. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist dibawah ini:

عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة” – رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Didalam hadist yang diriwayatkan oleh jabir.r.a telah disebtkan bahwa kebaikan haji terletak didalam memberi makan orang lain dan berbicara dengan ramah atau sopan. Hadist lain juga menyebutkan ketika rasullullah bersapda tidak ada pahala bagi ibadah haji mabrur. Apabila beliau memberi makan dan menyebarkan salam (kanzul ummal). Hadist di atas benar-benar menerangkan tentang haji sesungguhnya seperti itu juga arti ibadah umroh yang mambrur. Dalah sebuah hadst disebutkan bahwa umroh adalah haji kecil yakni keberkahan, keutamaan, dan hasil yang akan didapat didalam haji juga akan didapat dalam umroh dengan sedikit berkurang.

2. Dari abu hurairah r.a ia berkata bahwa rasululloh saw bersapda satu umroh dengan umroh lainnya menjadi kafarah (penghapus dosa yang dikerjakan) diantara keduanya (hr muttafaq alaih).

Yaitu setelah mengerjakan satu umroh sampai dengan umroh berikutnya, beberapa banyaknya kesalahan dan dosa yang ia lakukan semuanya akan diampuni. Didalam sebuah hadist disebutkan bahwa satu umroh sampai umroh yang kedua menjadi kafarah bagi dosa kesalahan antara keduanya.

3. Dari abu hurairah r.a ia berkata, rosululloh saw bersapda orang yang menuaikan haji dan orang yang menuaikan umroh adalah utusan allah swt, dan apabila mereka berdoa kepada allah swt maka allah akan mengabulkannya dan apabila mereka memina pengampunan kepada allah, maka allah juga akan mengampuni orang tersebut (hr bnu majjah)

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “الحجاج والعمار وفد الله إن دعوه أجابهم وإن استغفروه غفر لهم” – رواه النسائى و ابن ماجه

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

Sebagaimana utusan pada pembesar, jamaah haji atau umroh seperti utusan yang telah hadir didepan pintu gerbangnya allah swt, mereka akan dijamu dan dimuliakan oleh pembesar yang kedatangan utusan tersebut. Begitu pula allah akan memuliakan orang tesebut yang datang kepadanya. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa utusan allah itu ada 3 macam:

  • Jammah Haji
  • Mujahid
  • Orang yang sedang melakukan umroh

Rukun Umroh

  1. Ihram

Niat beribaadah umroh dari miqot dan berpakaian ihram.

  1. Tawaf

Mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali.

  1. Sa’i

Berjalan kaki sebanyak 7 kali bolak-balik ke bukit shafa dan marwah.

  1. Tahallul

Tahallul yaitu larangan ihram yang sudah di halalkan, ini menandakan berakhirnya ibadah umroh. Kamudia selanjutnya mencukur rambut

  1. Tertib

Jika semua rukun-rukun di atas sudah dikerjakan dengan baik dan benar. Semua rukun tersebut dikerjakan secara tertib dan berturut-turut.

Demikianlah beberapa pengertian dari umroh semoga bermanfaat untuk kalian semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *