Berangkat Umroh

Apa Yang Harus di Ketahui Sebelum Berangkat Umrah

Posted on

Sebelum seseorang melaksanakan umrah, dianjurkan mandi junub sebelum melakukan pakain ihram kemudian usapkanlah minyak wangi keseluruh tubuh. Jangan mengusap minyak wangi kebagian ihramnya kecuali ke rambut dan jenggot nya saja. Jika pakaiannya terkena minyak wangi maka di cucilah sampai minyak wangi nya itu benar benar hilang bau nya. Kenakan lah pakaian dengan selendang dan sandal jepit yang kita bawa dari rumah atau membeli di perjalanan yang ada di setempat.

Sedangkan umroh bagi yang wanita, maka dia harus mandi meskipun haid, lalu memakai pakaian yang ada di peraturan di mekah atau madinah tersebut, tetapi harus memenuhi syarat umrah atau haji yang ada di sana, sehingga tidak tampak sesuatu pun dari bagian tubuhnya. Juga tidak berhias secara berlebihan dengan perhiasan dan tidak memakai minyak wangi serta tidak menyerupai laki-laki.

Seandainya anda tidak mampu berhenti di saat miqat seperti yang dilakukan perjalanan pesawat maka mandilah sejak ada di rumah masing masing, jika telah mendekati miqat maka mulai lah ihram dan ucapkanlah talbiyah

Bacaan Talbiyah

Di sunahkan mandi sebelum masuk mekah, jika hal hal itu di mungkinkan.

Sebagian orang mempercayai bahwa pakaian yang dikenakan perempuan haruslah berwarna tertentu, misalnya hijau, hitam atau putih. Ini adalah tidak benar! Sungguh tidak ada ketentuan sedikit pun tentang warna pakaian yang harus dikenakan oleh perempuan.

Talbiyah yang di baca secara bersama-sama dengan satu suara di mana mana hal ini dilakukan oleh sebagian jamaah haji adalah bid’ah. Perbuatan tersebut tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak dari salah seorang sahabatnya. Yang benar adalah hendaknya setiap Haji mengucapkan talbiyah sendiri-sendiri.

Tidak diharuskan seorang yang sedang ihram, baik laki-laki maupun wanita mengenakan terus pakaian yang mereka kenakan ketika ihram sepanjang ibadahnya, tetapi mereka diperbolehkan  menggantinya ihramnya kapan saja yang dia suka.

Hendaknya setiap umroh benar-benar memperhatikan masalah menutup aurat, sebab sebagian laki-laki terkadang auratnya terbuka di depan orang lain, misalnya ketika duduk atau tidur, sedang mereka tidak merasa kalo di lihatin setiap orang yang agi umrah di sana.

Sebagian perempuan mempercayai di perbolehkan membuka wajahnya di depan laki laki lain selama masih berihraman. Sebagia ini adalah keliru, mereka wajib menutupi wajah nya di depan laki laki dalam keadaan berihraman. Di antara dalil masalah ini adalah ucapan Aisyah radhiallahu anha:

كََانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّوْنَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللَّه مُحْرِِِمَات، فَإِذَا حَاذَوْابِنَا أَسْدَلَتْ إحْدَانَا جِلبَا بَهََا عَلَى وجْهِهَا، فإِ ذَا جَا وَزُوْنَا كَشَفْنَاهُ

Dahulu ada kafilah yang melewati kami, sedang kami dalam keadaan ihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah dekat dengan kami, salah seorang dari kami mengulurkan jilbabnya ke wajahnya, dan ketika mereka telah lewat, kami membukanya kembali. [HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan].

Larangan Ihram

Doa ini juga di ucapkan ketika masuk masuk masjid yang lain.

Ketiga: mulailah melakukan thawaf dari hajar aswad yang di lakukan seperti nabi, lalu menghadaplah kearah kiblat lalu ucapkanlah , Allahu Akbar, lalu usaplah hajar aswad itu dengan tangan kananmu kemudian ciumlah. Jika kalian tidak mampu mencium atau mengusap hajar aswat maka kalian berdoa lah kepada allah supaya bisa mencium atau mengusap hajar aswat.

 

Jika kalian tidak mampu melakukannya itu, maka kalian jangan mendesak orang-orang untuk mencapainya, tetapi berilah isyarat kepada hajar aswad dengan tanganmu sekali isyarat dan jangan kalian cium tanganmu. Lakukan hal itu dalam memulai setiap putaran thawaf.

Berthawaflah tujuh kali putaran dengan menjadikan Ka’bah di sebelah kirimu. Lakukan jalan cepat dengan memendekkan langkah pada tiga putaran pertama dan berjalanlah dengan biasa pada putaran berikutnya. Dalam semua putaran thawaf tersebut lakukanlah idhthiba’ (meletakkan pertengahan kain selendang di bawah pundak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri).

Jika kalian telah sampai ke rukun yaman maka usapkan lah tangan mu jika kalian memungkinkan, tapi tidak boleh menciumnya. Jika tidak bisa mengusapnya maka jangan memberi isyarat kepadanya. Dan disunnahkan ketika Anda berada di antara Rukun Yamani dan hajar aswad membaca do’a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka.

Dalam thawaf, tidak ada doa doanya kusus dari tuntunan dari nabi saw kecuali kecuali doa doa yang di atas, tetapi memang disunnahkan memperbanyak dzikir dan do’a ketika thawaf. Jika Anda membaca ayat-ayat Al-Qur’an ketika thawaf, maka itu adalah baik.

Peringatan bagi laki dan perempuan :

Bersuci adalah syarat sahnya thawaf. Jika wudhu Anda batal di tengah-tengah melakukan thawaf, maka keluar dan berwudhulah, lalu ulangilah thawaf Anda dari awal.

Jika di tengah-tengah Anda melakukan thawaf didirikan shalat, atau Anda mengikuti shalat jenazah, maka shalatlah bersama mereka lalu sempurnakanlah thawaf Anda dari tempat mana Anda berhenti. Jangan lupa menutupi kedua pundak Anda, sebab menutupi keduanya dalam shalat adalah wajib.

Jika kilan masih ragu-ragu tentang bilangan putaran yang ada di sna, maka pakailah bilangan yang kalian yakin kan itu, yaitu yang lebih sedikit. Jika kalian masih ragu-ragu apakah kalian telah melakukan thawaf tiga atau empat kali maka tetapkanlah tiga kali itu, tetapi jika kalian lebih mengira bilangan tertentu maka tetapkanlah bilangan tersebut.

Sebagian Haji melakukan idhthiba’ sejak awal memakai pakaian ihram dan tetap seperti itu dalam seluruh manasik haji. Ini adalah keliru. Yang disyari’atkan adalah hendaknya ia menutupi kedua pundaknya, dan tidak melakukan idhthiba’ kecuali ketika thawaf yang pertama, sebagaimana telah disinggung di muka.

Keempat : Jika kalian selesai dari putaran ketujuh, saat mendekati hajar aswad, tutuplah pundakmu yang kanan, kemudian pergilah menuju maqam Ibrahim, jika hal itu memungkinkan, lalu ucapkanlah firman Allah:

وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. [Al-Baqarah: 125].

Jadikanlah posisi maqam itu antara dirimu dengan Ka’bah, jika memungkinkan, lalu shalatlah dua rakaat. Pada raka’at pertama kalian membaca, setelah Al-Fatihah- surat Al-Kafirun dan pada raka’at kedua surat Al-Ikhlash.

Peringatan bagi laki laki dan perempuan

Shalat dua raka’at thawaf hukumnya sunnah dikerjakan di belakang maqam Ibrahim, tetapi melaku-kannya di tempat mana saja dari Masjidil Haram juga dibolehkan.

Termasuk kesalahan yang dilakukan oleh sebagian jamaah haji adalah shalat di belakang maqam Ibrahim pada saat orang penuh sesak, sehingga dengan demikian menyakiti orang lain dan antara dirinya dengan Ka’bah, atau bahkan boleh melakukan shalat di mana saja di Masjidil Haram.

Sekian dari kami semoga ada manfaatnya bagi kalian semua yang telah kami sampaikan yang ada diatas ada kurang lebihnya mohon maaf sebesar besarnya, sekian dan terimakasih

Incoming search terms:

  • berangkat umroh dari rumah
  • tata cara berangkat umroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *