Tata Cara Pelaksaan Umroh

Pengertian Umrah dan Tata Cara Pelaksaannya

Posted on

Umrah merupakan salah satu kegiatan ibadah yang ada di dalam agama islam. Umrah hampir mirip seperti ibadah haji. Bedanya, kalau haji sudah di tentukan pelaksanaanya, yaitu pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. kalau umrah kapan saja bisa melaksanakannya. Ibadah ini dilaksanakan dengan cara menggunakan beberapa ritual ibadah yang ada di kota suci mekkah, khususnya di masjidil haram.

Pada istilah syariah, umrah adalah melaksanakan tawah di ka’bah dan sa’i di shafa dan marwah, setelah meggunakan ihram yang diambil di miqat. Umrah juga sering kita sebut dengan haji kecil. Di dalam umrah, memiliki syarat-syarat, yaitu:

  1. Beragama Islam

Ini merupakan hal yang paling penting, orang yang ingin umrah yang pertama adaah beragama islam.

  1. Baligh dan berakal

Ini merupakan syarat yang kedua, yaitu sudah baligh dan berakal, orang yang baligh dan berakal diusahakan melaksanakan umrah atau haji, jika dia memang mampu.

  1. Merdeka

Mungkin kalian belum mengetahui maksudnya merdeka dalam islam. Merdeka dalam islam maksudnya itu dia bukan budak, maksudnya budak itu bukan pembantu, Jika dia bukan budak(sudah merdeka) itu boleh melaksanakan haji.

  1. Memiliki kemampuan, adanya bekal, kendaraan, serta anggaran

Ini juga merupakan syarat yang paling penting, orang yang ingin haji supaya memiliki bekal dan kendaraan, serta anggaran yang cukup, suapaya kebutuhan ketika hajinya terpenuhi.

  1. Ada Mahramnya(Khusus Wanita)

Bagi kalian para kaum hawa, jika ingin umrah atau haji, supaya ada mahramnya yang bisa menemani, seperti suaminya, ataupun yang semahram denganya. Gunanya untuk melindunginya.

Selain syarat-syaratnya, Umrah juga memiliki rukunya, yaitu:

  1. Ihram, berniat untuk memulai kegiatan umrah.

Ihram merupakan kegiatan untuk berniat haji atau umrah, dan siap untuk melaksanakan sebab dan syarat-syaratnya. Ketika kita sudah mengenakan ihram, kita di larang untuk memakai minyak wangi, nikah, berburu, dan semisalnya. Dan ketika seseorang telah menggunakan ihram, dan sampai di miqat, maka dianjurkan supaya melakukan hal-hal berikut:

  • Dianjurkan memotong kuku, menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan.
  • Dianjurkan mandi yang mengangkat hadats besar
  • Dianjurkan memakai minyak wangi di kepala, janggut, dan badan.
  • Untuk laki-laki menggunakan dua kain ihram, dan diusahakan berwarna putih, karena warna putih merupakan sebaik-baiknya pakaian.
  • Ketika sudah di dalam kendaraan menghadap kiblat dan berniap di dalam hati untuk melaksanakan manasik.
  • Apabila khawatir tidak bisa menyempurnakan umrah maupun hajinya, disyariatkan mengucapkan:

إِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ فَمَحِلّيِ حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ

Artinya: “Jika ada sesuatu yang menghalangiku maka tempat bertahallulku dimana Engkau menahanku”. HR. Bukhari dan Muslim.

  1. Thawaf

     

Thawaf merupakan kegiatan beruputar menglilingi ka’bah. Thawaf sendiri memiliki 7 macam:

  • Thawaf qudum merupakan thawaf sebagai penghormatan kepada baitullah, Oleh karena itu, thawaf qudum ini supaya di dahulukan, bukan di akhirkan.
  • Thawaf ziarah merupakan thawaf yang merupakan termasuk dalam rukun haji. Thawaf ini tidak dapat di gantikan, setelah dari arafah, mabit di musdalifah, lal ke mina pada hari ied. Lalu lempar jumrah, setelah itu melakukan penyembelihan, dan menggunduli kepal, setelah itu baru melaksanakan thawaf ini.
  • Thawaf wada merupakan thawaf yang biasa di sebut dengan thawaf shodr atau thawaf akhirul’ ahd. Menurut jumhur(mayoritas ulama), hukum dari thawaf ini adalah wajib. Thawaf ini merupakan thawaf perpisahan, namun bagi wanita yang haidh, tidak perlu melaksanakan thawaf ini.
  • Thawaf umroh Meupakan rukun dari umrah. Pertama kali orang setelah menggunakan kain ihram, maka orang tersebut harus melakukan thawaf ini, dan tidak mengakhirkanya.
  • Thawah nadzar merupakan thawaf yang hukumnya wajib, dan tidak di khususkan pada waktu tertentu. Jika memang orang yang bernadzar, tidak megkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu.
  • Thawaf tahiyatul masjidil haram merupakan hukumya sunnah bagi tiap orang yang memasuki masjidil haram. Bagi orang yang ingin thawaf qudum, maka thawaf ini suudah masuk di dalamnya, karena ia(thawaf tahiyatul masjidil haram).
  • Thawaf tathowwu merupakan thawaf di ksususkan pada waktu tertentu, namun thawaf ini tidak boleh di lakukan ketika memang masih ada kewajiban lainya.
  1. Sai

     

Sai merupakan salah satu rukun haji dan umra, yang di lakukan dengan berjalan(berlari kecil) bolak balik sebanyak 7 kali dari bukit safa ke marwah, maupun sebaliknya. Jarak dari bukit safa ke marwah yaitu sekitar 405 meter. Ketika melintasi bathnul waadi yaitu diantara kawasan bukit safa dan marwah( sekrang itu di tandai dengan lampu neon yang berwarna hijau) Para jamaah supaya disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat itu boleh. Dan melakukanya itu keadaanya ketika sedang tidak berwudhu, oleh wanita yang sedang kedatangan haid atau nifas.

Jenis- Jenis Umrah

Jenis-jenis umrah sendiri memiliki banyak tipe, yang umum adalah umrah yang di gabungkan dengan pelaksanaan haji, yaitu umrah taattu, adapula, yang umrah tidak terkait dengan haji yaitu:

  1. Umrah Mufradah
  2. Umrah tamattu,dan
  3. Umrah sunah.

Selain ada jenis-jenis umrah, ada juga tata cara umrah, yaitu:

  1. Diusahakan mandi junud sebelum mengenakan ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram, untuk kaum adam, menggunakan 2 kain yang di jadikan sarung dan selendang, sedangkan wanita, supaya memakai pakaian apa saja, yang penting menutup aurat, tanpa menggunakan perhiasan dan tidak memakai sarung tangan.
  3. Niat melaksanakan umrah dalam hati, ketika sampai di miqat.
  4. Jika sudah sampai mekkah, diusahakan supaya mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampainya di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf, lalu menuju hajar aswad sambil menyentuh dengan tangan kanan kalian, lalu menciumnya jika mampu, dan mengucapkan bissmillah allahuakbar. Jika kalian tidak mampu menyentuh dan menciumnya, karena begitu ramainya ka’bah, anda cukup memberikan isyarat dan berata allahuakbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kai, 3 putaran itu berjalan dengan cepat, dan sisanya berjalan dengan jalan biasa. Thawaf di mulai dan diakhiri di hajar aswad. Dan ka’bah di jadikan berada di sebelah kiri.
  7. Salat 2 rakaat di belakangnya maqam ibrahim, jika bisa atau di tempat lainya di masjidil haram, dengan membaca surat al-kafirun pada rakaat pertama, dan di rakaat kedua membaca surat al-ikhlas.
  8. Sai, dengan cara naik ke bukit shafa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan, dan mengucap innas shofa wal marwata min syaairullah. Abda’u bima bada’allahu bihi( aku memulai dengan apa yang allah meulainya). Lalu membaca takbir sebanyak 3 kali, tanpa memberi isyarat, dan mengucapkan laa ilaha illallah wahdahu laa syarii kalahu, lahul mulka walahul hamdu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaha illallahuwahdahu anjaza wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu sebanyak 3 kali, lalu bedoa yang anda ingin doakan. Setiap putaran di sisi bukit shafa dan marwah di sertai dengan doa.
  9. Sai di lakukan yaitu sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat 1 kali dan kembali di hitung 1 kali.
  10. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi laki-laki, dan memotong sebatas ujung jari bagi wanita.

Itulah beberapa penjelasan tentang umrah dan haji. Sekian dari saya, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *